Alat Kontrol TV Kabel (CATV/MATV)

Kebutuhan pengelolaan televisi dalam suatu bangungan menjadi kebutuhan, terutama di perkantoran, apartemen, bandara dan lain-lain.

Televisi ini, bukan sekedar untuk menayangkan suatu setasuin TV lokal atau internasional, tetapi biasa ditambahkan chanel untuk keperluan yang lebih luas misal penyiaran khusus dari VCD/DVD  atau iklan-iklan dan filem animasi dari PC. Dan bahkan setiap chanel TV bisa tambahkan teks dan gambar untuk informasi layanan publik dan iklan-iklan bisnis.  Maka sangat diperlukan perangkat manajemen TV, pengendali dan pengontrol chanel yang dikenal sebagai perangkat Master/Antena TV (MATV) sehingga mudah dikembangkan, diakses, dan didistribusikan ke semua TV.

Pendistribusian sinyal yang dihasilkan perangkat utama MATV ke seluruh outlet TV yang terinstal di suatu gedung memakai jalur kabel. Maka sistem tersebut tidak jauh berbeda dengan TV kabel yang ada di masyarakat Indonesia, yang dikenal dengan Community Antenna Television (CATV).

smatv-8-channelBlok Diagram Headend

Perangkat sentral TV (MATV/CATV) terdiri atas sebuah blok head-end pengendali channel TV.

Secara ringkas, sistem terdiri dari blok Antena  – Receiver – Modulator – Combiner – Boster Amplifier dan Splitter.

Parabola

Sebagai antena yang diarahkan ke satelit seperti Palapa dan Telkom, dan terdiri dari dish (payung) dan LNB untuk polarisasi baik vertikal atau horizontal.

Chanel TV

Terdapat channel yang gratis/free to air dan channel premium/berbayar.

  • Untuk channel free to air, kita tidak akan mengeluarkan biaya bulanan untuk membayar content. Jika grup chanel diarahkan ke satelite Telkom dan Palapa, berarti kita butuh 2 parabola, dish (payung) dan 4 buah LNB (1 satelite=2 LNB untuk polaritas Vertikal dan Horizontal).
  • Untuk channel berbayar atau premium, biasanya dish dan LNB disediakan oleh provider, baik itu dekoder ataupun parabola. silahkan cari penawaran terbaik dari provider yang ada misal Indovision,Trans Vision atau Topas tv.

Kabel Coaxial

Pada sistem TV kabel analog, kabel yang dipakai mendistribusikan sinyal TV adalah kabel coaxial tipe RG 11 & RG 6, silakan lihat kabe TV Anda.

Receiver

Di parabola TV rumahan Anda terdapat perangkat Receiver dengan output AV, kemudian bisa disetting dengan searching banyak chanel TV, dan TV anda yang terhubung perangkat tersebut bebas milih chanel kesukaan. Jika keluaran receiver anda paralel banyak TV, maka semua TV isi chanel siaran TV semua sama tergantung chanel di receiver yang Anda aktifkan (pilih).

Power Devider

Mungkin Anda ingin, sau rumah Ada 2 TV dan ingin memakai 1 parabola, sedangkan setiap TV bisa bebas milih chanel? maka diperlukan perangkat Power Devider. Yaitu, perangkat yang berfungsi membagi dan menguatkan sinyal dari LNB menjadi beberapa tap. Masing-masing tab ini masuk ke input receiver dan output receiver siap dihubungan input AV TV Anda.

RF Modulator

Kita bisa memproduksi chanel-chanel RF dari output masing-masing receiver dengan perangkat RF modulator. Dari gambar ada 10 receiver, maka secara bersamaan ada 10 chanel terpilih (dibuat beda) dan masing-masing receiver dihubungkan dengan RF modulator. Output RF modulator bisa dihubungkan RF input TV Anda, cuma isinya ya cuma 1 chanel siaran TV yang dipilih receiver.

RF Combiner

Semua RF channel dihubungkan input-input Combiner maka output dari combiner SEBENARNYA memuat banyak sinyal dari masing-masing receiver. Combiner identik perangkat spliter yang dibalik posisi input-outputnya (misal spliter 8 way, jika dibalik menjadi combiner 8 input).

Ampli/Booster

Perangkat combiner biasa terletak dalam rak receiver, kemudian 1 kabel keluarannya didistribusikan ke area yang bisa beratus meter jaraknya. Agar kekuatan sinyal tetap terjaga hingga tujuan maka ditembakkan dengan penguat yaitu amplifier/booster.

Splitter

Yaitu perangkat untuk memparallel kabel distribusi sinyal. Di pasaran tersedia tipe splitter yang dilengkapi booster (splitter-amplifier). Masing-masing output splitter ditarik kabel menuju letak TV dan dihubungkan ke colokan inut antena RF TV. Masing-masing TV bisa terdapat sejumlah chanel sesuai jumlah receiver atau RF modulator yang tersedia dalam sistem head end yang dibuat.