Istilah Listrik Bagi Installer MEP

Simbol Satuan Ukur Listrik

Berikut ini penjelasan singkat beberapa hal yang berhubungan dengan pekerjaan listrik (elektrikal), dikhususkan untuk Man Power MEP gedung yang bukan ahli bidang elektrikal (listrik).

Karena hampir di setiap titik instalasi akan bersinggungan dengan jaringan listrik.

A. Simbol dan Satuan Listrik.

B. Alat-alat Tester.

 

Sebaiknya pemborong melengkapi man-power nya, minimal para mandornya, dengan alat tester listrik yang sangat populer,  tes-pen !!.

Mengapa? bukankah para tukang MEP yang melakukan instalasi tidak lepas dari BOR LISTRIK? dan ketika melakukan instalasi kadang harus berdekatan dengan jaringan kabel listrik yang banyak terbuka.

Multitester Analog

Kemdudian, multi-tester juga tidak kalah pentingnya sebagai pelengkap tim. Multi-tester analog paling sederhana biasanya bisa dipakai untuk mengukur tegangan AC/DC (volt), Arus (ampere) dan Hambatan (ohm).

C. Istilah-istilah Kelistrikan

Sebaiknya para mandor dan tukang MEP mengerti beberapa istilah-istilah umum, yang akan banyak dijumpai ketika bersinggungan dengan instalasi atau tukang-tukang listrik gedung.

  1. Arus, AC (alternating current) = arus bolak-balik, misal sumbernya PLN = 220Volt AC. DC (direct current) = arus searah, misalnya sumbernya Aki (accu) = 12Volt DC.
  2. ATS/MF, ATS (Automatic Transfer Switch) atau Automatic COS (Change Over Switch) adalah alat yang berfungsi untuk memindahkan koneksi antara sumber tegangan listrik satu dengan sumber tegangan listrik lainnya secara automatis. AMF (Automatic Main Failure), berfungsi untuk menyalakan mesin genset jika beban yang di layani kehilangan sumber energy listrik utama/PLN.
  3. Breaker (CB = Circuit Breaker). Alat pemutus arus berlebih atau liar, misal: Fuse (sekering),  MCB (Miniature Circuit Breaker), MCCB ( Mold Case Circuit Breaker), ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker), ACB ( Air Circuit Breaker), OCB (Oil Circuit Breaker), VCB (Vacuum Circuit Breaker), NCB (No Fuse Circuit Breaker), SF6CB (Sulfur Circuit Beraker), TOR (Thermal Overload Relay), Thermostat (alat yang dapat memutus arus hubungan arus listrik dengan suhu), dll.
  4. Elektrikal (arus kuat) dan elektronika (arus lemah).
  5. Komponen Elektronik, contoh:  Dioda (penyearah), Resistor (penahan), Induktor (menghambat muatan listrik AC), dan  Kapasitor (menyimpan muatan listrik).
  6. Grounding = pembumian baik untuk arus lemah (biasanya alat lektronik), atau arus kuat (perangkat listrik AC seperti untuk genset dan trafo).
  7. Lighting Arrester (LA, penangkal petir).
  8. Busbar = Tempat sambungan jala-jala aktif, atau papan pembagi koneksi parallel. Misal, ujung kabel grounding dikasih busbar, agar mudah dipakai banyak kabel cabang grounding menuju banyak alat.
  9. Fiting = tempat memasang bola lampu listrik.
  10. Exciter = Tegangan Penguat. Atau amplifier = pelipatan tegangan.
  11. Converter = Pengubah AC ke DC dan atau DC ke AC.
  12. Rectifier = penyearah, biasanya dilengkapi bateray backup dan automatic charger.
  13. UPS = Uninterublle Power Supply, unit power supplay AC. Di dalamnya ada bateray/aki backup (DC) yang diubah ke AC.
  14. Inverter = Pengubah DC ke DC dengan taraf yang berbeda.
  15. Etiket / Title block = Judul atau keterangan yang berhubungan dengangambar.
  16. Isolator = bahan –bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik dalam kondisi apapun.
  17. PVC (polyvinyl chloride) = Bahan isolasi dari polyvinyl chloride, biasanya untuk pipa isolasi instalasi kabel.
  18. PE (polyethylene) = Bahan isolasi kabel dari polyethylene.
  19. Box Panel = kotak panel-panel listrik untuk didistribusikan. Contoh: SDP, IDP, PUTR dan PUTM.
  20. Motor = Mesin listrik yang memerlukan tenaga elektrik, menghasilkan tenaga mekanik.
  21. Generator = Mesin listrik yang memerlukan tenaga mekanik, menghasilkan tenaga listrik.
  22. Transformator = Mesin listrik untuk penaik / penurun tegangan.
  23. Komutator = Lapisan logam terisolasi/tersekat-sekat untuk menyearahkan AC pada mesin listrik.
  24. Konduktor = sifat dari salah satu bahan yang dapat menghantarkan listrik.
  25. Normally Closed (NC) = keadaan normal kontak tertutup.
  26. Normally Open (NO) = keadaan normal kontak terbuka.
  27. Rotor = bagian mesin yang bergerak.
  28. Stator = bagian mesin yang diam.
  29. Saluran Tegangan Tinggi AC contoh: SUTET (Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi), SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi), SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah), SUTR (Saluran Udara Tegangan Rendah) dan GTT (Gardu Tiang Trafo).

D. Kabel

Untuk memudahkan mengingat bagi para tenaga instalasi pengkabelan (Wiring), berikut nama-nama kabel berdasarkan kebiasaan PEMAKAIanya: NYA (tunggal, untuk jalur penerangan listrik), NYY/M (serabut, untuk jalur speaker),  FRC (jalur anti api), UTP/FTP/STP (jalur data), NYAF (NYA grounding ke peralatan elektronik/elektrik), BC (grounding listrik utama), Coaxial (TV/Video/CCTV/Antena), dll.

Maaf, beberapa istilah dan penjelasanya kadang kurang ilmiah (tepat), tetapi itulah dunia proyek yang di situ beraneka level pendidikan!! cari mudahnya.

Dan maaf, baru sebagian kecil yang sempat kucantumkan karena terbatasnya waktu.